Tuesday, April 29, 2008

Pengetahuan : Mungkinkah Bayi anda INDIGO???




Belum genap dua tahun, batita Anda sudah lancar bicara dan kadang malah terkesan sok tahu. Anehnya, Anda kerap memergokinya sedang bicara sendiri. Apakah ada yang salah dengan dirinya?
Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang perilaku si kecil yang "lain" itu? Kadang-kadang perilaku anak Anda terlihat seperti gejala autisme. Kali lain, ia tampak cepat bosan pada mainannya. Waktu berikutnya, ia mengaku melihat hantu, atau meramalkan masa depan seperti seorang cenayang. Coba amati lagi lebih dekat. Mungkinkah si kecil termasuk anak indigo. Menurut Lee Carroll dan Jan Tober, penulis buku The Indigo Children: The New Kids Have Arrived, anak indigo adalah anak yang memiliki karakteristik psikologis yang baru dan tidak biasa serta menunjukkan pola perilaku yang secara umum belum pernah tercatat. Pola perilaku yang unik ini bisa menimbulkan frustasi pada diri si anak. Untuk mencegahnya, anak indigo membutuhkan perhatian khusus dari orang tua dan guru agar ia dapat mencapai keseimbangan dan harmoni.

Anak Indigo vs Anak Spesial Lainnya

Dr. Tb. Erwin Kusuma, Sp. KJ (K) menjelaskan, asal mula seorang anak disebut Indigo adalah, saat seorang anak dalam keadaan sehat, aura yang terpancar dari dirinya berwarna biru keunguan (dalam bahasa Spanyol disebut indigo). Setiap generasi memang memiliki warna dominan yang berbeda, dan anak-anak dengan warna aura indigo adalah hasil evolusi generasi manusia dari warna aura biru menuju ungu. Anak-anak beraura warna indigo ini paling banyak lahir pada tahun 2000-an.

Warna aura indigo adalah peralihan dari aura biru ke ungu. Warna aura biru melambangkan rasio atau nalar sedangkan ungu melambangkan spiritualitas. Kombinasi inilah yang menjelaskan mengapa anak indigo memiliki dua atribut utama, yakni kecerdasan dan juga kemampuan spiritual yang tinggi. Jadi apabila Anda melihat balita Anda berdaya tangkap cepat dan memiliki empati yang tinggi terhadap sekelilingnya, coba ajak ke psikolog atau psikiater anak untuk memeriksa lebih jauh apakah si kecil Anda memang indigo.

"Anak indigo tidak sama dengan anak dengan ADD/ADHD yang mudah bosan atau tidak bertahan lama dalam mengerjakan sesuatu. Bila anak indigo melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat menyelesaikannya sebelum beralih pada kegiatan lain. Dari luar, kecepatan peralihan ini terlihat mirip ADD/ADHD. Selain itu, anak indigo yang aktif tidak bersifat destruktif seperti anak dengan ADD/ADHD," kata Dr. Erwin menjelaskan.

Masih menurut Dr. Erwin, anak indigo kerap dikira anak autis karena mereka kadang suka berbicara sendiri. Padahal, anak indigo yang dikira sedang berbicara sendiri, bisa jadi sedang berkontemplasi atau berkomunikasi dengan makhluk halus. Perbedaan anak indigo dengan anak autis adalah cara mereka berinteraksi. Tidak seperti anak autis, anak indigo dapat berbicara secara konsisten dan teratur. Anak indigo juga bisa bersosialisasi, hanya saja anak indigo merasa lebih cocok dengan orang yang lebih rasional dan spiritual.

Selain autisme dan ADD/ADHD, masyarakat juga sering menyalahartikan anak indigo dengan paranormal atau cenayang. Berdasarkan penjelasan Dr. Erwin, anak indigo memang memiliki kemampuan extra-sensory perception (ESP) yang dapat melihat makhluk halus atau melihat masa lalu atau masa depan, tetapi hal ini hanya satu dari banyak sekali karakter anak indigo. Anak indigo memiliki kecerdasan rasio yang tinggi, sedangkan paranormal atau cenayang belum tentu cerdas.

Tipe Anak Indigo

Menurut buku The Indigo Children, ada empat tipe kecenderungan bakat anak indigo. Saat anak Anda masih balita, tipenya bisa jadi belum terlalu kelihatan. Namun sifat-sifat dasar yang dimilikinya mungkin dapat melihat kecenderungannya.

Humanist

Anak indigo humanist adalah anak-anak yang ceria, senang tampil, bersahabat, berempati, mudah iba, dan sangat berani dalam mengungkapkan pendapat. Saat dewasa, anak-anak ini cocok bekerja dalam bidang komunikasi, politik, dan sosial (humanitarian).

Artist

Anak indigo artist adalah anak-anak yang memiliki jiwa seni tinggi, suka berkreasi atau menciptakan hal-hal baru, memilih jalannya sendiri, puitis. Saat dewasa, anak-anak ini cocok bekerja dalam berbagai bidang seni, desain, penulisan kreatif.

Conceptualist

Anak indigo conceptualist adalah anak-anak yang gemar memikirkan hal-hal rumit, merencanakan sesuatu, tidak mudah puas, suka bekerja dibalik layar. Rasionya lebih besar dari kadar spiritualitasnya. Saat dewasa, anak-anak ini dapat bekerja di bidang arsitektur, teknik, matematika, dan sains.

Interdimentionalist

Anak indigo interdimentionalist adalah anak-anak yang memiliki kemampuan spiritual lebih besar dari anak-anak indigo tipe lain. Jika kemampuannya dalam "membaca" pikiran dan perasaan orang lain diasah dengan tepat, anak-anak ini dapat membantu lingkungannya agar lebih damai dan harmonis.

Anak Indigo dan Orangtua

Bila anak Anda indigo, Anda tidak perlu panik. Indigo bukanlah penyakit atau kekurangan. Maka, semakin dini seorang anak didiagnosa indigo, semakin besar kesempatan Anda untuk bisa menanganinya.

Sebagai pemegang budaya Timur, orangtua kerap merasa memiliki otoritas absolut yang tidak boleh dibantah. Nasihat atau kata-kata orangtua lebih bersifat instruktif dibandingkan informatif. Mengingat anak indigo sulit dalam menerima otoritas absolut, pola asuh atau cara berkomunikasi yang instruktif tidak cocok untuk anak indigo. Apabila seorang anak indigo diperintah untuk duduk diam tanpa diberitahu sebab atau tujuannya, ia tidak akan mau diam. Hal-hal seperti inilah yang seringkali menjadi sumber masalah dalam hubungan antara anak indigo dan orangtuanya.

Solusi berkomunikasi dengan anak indigo adalah dengan mengubah cara pandang Anda terhadap si anak. Jangan perlakukan ia seperti anak kecil yang bisa menurut begitu saja atau bisa dibohongi. "Beri penjelasan pada anak indigo Anda seperti layaknya memberi penjelasan pada anak yang sudah remaja," kata Dr. Erwin Kusuma, Sp. KJ (K).

Anak indigo juga tidak bisa menerima alasan untuk menghormati seseorang hanya karena usianya lebih tua atau jabatannya lebih tinggi. Anak indigo hanya akan menghormati orang yang ia tahu memang pantas dihormati, misalnya berprestasi, bijaksana, atau berpengalaman. Maka sebagai orangtua dari anak indigo, Anda perlu menunjukkan contoh yang baik agar si kecil mau mendengarkan Anda. Contoh kecil saja, apabila ia melihat Anda merokok atau memiliki pola makan yang tidak sehat, ia tidak akan mendengarkan nasihat Anda agar ia mau makan sayur. Sedangkan bila tantenya yang menasihati, ia akan mendengar karena ia melihat bahwa tantenya juga gemar makan makanan yang sehat.

Anak Indigo dan Sekolah

Anak-anak indigo tergolong cerdas. Tetapi, meski mereka memiliki skor IQ tinggi, belum tentu mereka menjadi rangking satu di kelasnya. Hal ini biasanya bukan karena mereka tidak mengerti apa yang diajarkan guru, tetapi bisa jadi karena salah satu hal berikut:

Mereka tidak menyukai sistem pengajaran sekolah yang konservatif, yakni kurang memberikan kesempatan bagi murid untuk bertanya atau berpendapat.

Mereka tidak menyukai guru yang tidak mengizinkannya belajar atau menjawab soal dengan caranya sendiri.

Mereka merasa tidak dimengerti oleh guru yang terlalu mendikte.

Mereka bosan terhadap pelajaran karena sudah mengerti apa yang diajarkan, lalu melamun atau melakukan hal lain yang dianggap guru sebagai kenakalan.

Mereka merasa tidak memiliki teman di sekolah sehingga tidak bersemangat. Anak indigo yang tidak bersemangat tidak bisa berprestasi maksimal meskipun ia bisa.

Bila anak indigo gagal terlalu awal dalam mengerjakan sesuatu, ia akan mudah frustasi lalu menyerah. Misalnya bila pada bab pertama pelajaran matematika ia tidak paham, ia akan langsung menyimpulkan bahwa ia tidak bisa matematika.

"Anak indigo sulit bersosialisasi dengan masyarakat yang otoriter dan berdisiplin mati. Hal ini dapat menimbulkan konflik dengan orangtua dan keengganan untuk sekolah sehingga dianggap antisosial," kata Dr. Erwin. Sekarang ini, balita Anda mungkin belum terlihat kesulitan dalam bersekolah. Namun bila anak Anda memang indigo, Anda perlu memikirkan pendidikannya sampai setidaknya 20 tahun ke depan.

Di Amerika Serikat di mana sekolah di rumah (homeschooling) lazim dilakukan, anak-anak indigo bisa difasilitasi di rumah. Dengan homeschooling, anak, orangtua, dan guru dapat membuat kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat si anak. Di Indonesia, Anda bisa memilih sekolah yang memiliki sistem yang lebih modern dengan kurikulum nasional plus atau internasional. Biasanya sekolah-sekolah ini lebih demokratis tetapi tetap memiliki disiplin tinggi. Misalnya pada salah satu SMA nasional plus di Jakarta, para muridlah yang berdiskusi mengenai peraturan-peraturan sekolah yang harus diterapkan. Hal ini dapat membuat murid disiplin tanpa perlu merasa terkekang dalam otoritas para guru.

Karakteristik anak Indigo

Berikut adalah berbagai karakteristik anak Indigo yang disarikan dari buku The Indigo Children dan pengalaman Wendy H. Chapman penulis di Metagifted.Org. Jika anak Anda memiliki setidaknya 10 karakter berikut, anak Anda kemungkinan indigo.

Mereka memiliki sikap yang sedikit arogan karena meski usianya muda, mereka menganggap dirinya setara dengan orang lain yang lebih tua.

Mereka memiliki kesulitan menerima kekuasaan/otoritas absolut yang tidak disertai alasan atau pilihan. Mereka juga tidak mau melakukan sesuatu (misalnya berbaris/mengantri) karena mereka tidak mengerti alasannya ("Kenapa harus?")

Mereka mudah frustasi dengan sistem yang berdasarkan kebiasaan/ritual yang tidak membutuhkan pemikiran kreatif.

Mereka biasanya menemukan cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu baik di rumah maupun di sekolah. Hal inilah yang membuat mereka seolah-olah membangkang.

Mereka terlihat antisosial, kecuali dengan orang-orang yang sejenis. Jika sepertinya tidak ada yang memiliki kesadaran seperti anak-anak indigo, mereka merasa tidak dimengerti lalu menutup diri. Hal ini membuat mereka dikira introvert.

Mereka tidak bisa diancam dengan rasa bersalah, rasa takut, atau otoritas. Jika diberi ultimatum, mereka justru akan memberontak.

Mereka tahu apa yang mereka mau dan tidak takut untuk mengatakannya. Biasanya mereka akan menemukan cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Mereka mudah bosan pada aktivitas atau pembicaraan yang kurang mengasah otak. Hal ini membuat mereka lebih suka bergaul dengan orang yang lebih dewasa ketimbang teman sebayanya (yang tidak indigo).

Mereka kreatif dan suka membuat permainan mereka sendiri.

Mereka memiliki empati yang tinggi pada orang lain dan mudah jatuh iba.

Mereka sangat cerdas. Bila dites, skor IQ-nya lebih dari 100.

Mereka memiliki bakat tertentu yang terlihat sejak dini. Misalnya bakat seni, bahasa, atau matematika. Kemampuan ini biasanya dimiliki tanpa perlu diajarkan.

Mereka kerap terlihat melamun atau berpikir panjang. Ketika aktif mereka suka menjejah dan tidak akan bisa diam sampai menemukan sesuatu yang menarik untuk ditekuninya.

Mereka intuitif, seolah bisa membaca niat atau sifat orang lain meski belum kenal.

Mereka memiliki kemampuan spiritual misalnya bisa meramalkan suatu peristiwa, melihat masa lalu seseorang,

Mungkinkah Anda sendiri seorang indigo?

YA! Beberapa ahli memang berpendapat bahwa anak indigo baru muncul setelah tahun 2000. Tetapi sebenarnya anak dengan karakter indigo sudah ada yang lahir sejak 50 tahun lalu. Anak-anak itu disebut juga dengan vanguard atau pendahulu dari anak-anak indigo yang memang lebih banyak dilahirkan pada dekade terakhir. Jika Anda merasa memiliki karakteristik indigo, Anda juga dapat berkonsultasi pada psikolog untuk menjelaskan pertanyaan yang muncul dalam benak Anda soal indigo dewasa.

Menghadapi Si Indigo

Seorang indigo, baik anak maupun dewasa, membutuhkan sosok pribadi yang stabil secara emosi untuk membimbing mereka karena para indigo tidak sabar dan mudah frustasi. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan untuk mengurus si Indigo:

Hargai dan hormati mereka, termasuk privasinya.

Selalu berikan pilihan. Lebih baik katakan "Abang mau mandi sekarang atau 15 menit lagi?" daripada "Abang harus mandi sekarang!"

Beri penjelasan pada tiap perintah. "Kamu perlu minum susu agar tulangmu kuat." Jangan pernah mengatakan, "Sudah, menurut saja apa yang ibu bilang." Ia akan bertanya, "Mengapa aku harus menuruti apa saja yang ibu bilang?"

Jangan membohongi atau memanipulasi mereka. Mereka akan tahu jika Anda berbohong.

Bila ia sudah bisa melakukan sesuatu, biarkan ia melakukannya sendiri dan berikan pujian.

Jangan anggap remeh. Mengatakan, "Tubuhmu masih kurang tinggi untuk ikut permainan ini." lebih baik daripada, "Anak kecil tidak boleh ikut-ikut main."

Jangan gunakan rasa bersalah, rasa takut, atau rasa benci sebagai alat mengontrol mereka karena tidak akan ada yang berpengaruh kecuali rasio dan empatinya.

JIka Anda salah, akui itu, maka ia akan menghargai Anda.

Hargai kemampuan paranormalnya meskipun Anda tidak percaya atau tidak mengerti. Jika Anda menujukkan keraguan, ia akan menutup diri dari Anda.

Libatkan mereka dalam pengambilan keputusan sehingga mereka akan ikut bertanggung jawab. "Kak, mama mau masak. Kakak nanti mau makan siang pakai sayur bayam atau brokoli?"

Selalu komunikasikan apa yang Anda inginkan. Bahkan sejak ia bayi, biasakan berbicara. "De, mama mau ganti popoknya ya. Popok Ade sudah basah, kalau tidak diganti nanti kulit Ade beruam. Anak pintar kalau ganti popok tidak perlu menangis, kan?"

Dikutip dari :http://www.motherandbaby.co.id

Monday, April 28, 2008

Inspirasi : Kekayaan, Kebahagiaan, Keheningan



Oleh GEDE PRAMA

Mengejar kekayaan. Mungkin itu tema keseharian banyak manusia. Dari sekolah, kuliah, bekerja—di rumah maupun di luar—sampai berdoa di tempat ibadah, mayoritas manusia mengejar kekayaan. Dan tentu, itu boleh-boleh saja dilakukan.

Sebagaimana diajarkan alam, semuanya sedang bertumbuh. Semuanya sedang meninggalkan kegelapan, mendekati cahaya. Cara dan pendekatannya saja yang berbeda.

Ada sahabat yang amat mengkhawatirkan deras dan pesatnya perkembangan ”agama pasar”. Agama yang tempat ibadahnya kursi kekuasaan, yang disembah uang, mantranya hanya mengulang-ulang kata money come, money come, money come.

Dari segi ekses-ekses negatif yang ditimbulkan, tentu bisa dimaklumi kalau ada sahabat yang khawatir. Namun, dari segi kehidupan dan alam sebagai ladang-ladang pertumbuhan, apa saja yang ditanamkan ke Ibu Pertiwi akan diolah jadi daun, bunga, buah. Apa saja yang dibuang ke laut, akan dikembalikan dalam bentuk hujan yang menyejukkan.

Kekhawatiran memang sebentuk kepedulian yang layak dihargai. Namun, khawatir berlebihan mudah sekali membuat kehidupan tergelincir ke dalam penghakiman, kesombongan, dan kecongkakan. Seperti melihat anak-anak kecil berlari-lari di taman, melihat banyak manusia menjejali diri dengan kekayaan dan kekayaan secara berlebihan memang mengkhawatirkan, namun semua ada putaran waktunya, semua ada tempatnya.

Memaksa kehidupan berputar menurut keinginan dan nafsu kita, hanya akan membuat kehidupan menyerupai bunga plastik: dangkal, palsu, dan mudah membosankan.

Ingat kaya, lupa bahagia

Bila begini cara memandangnya, tidak perlu marah berlebihan kepada mereka yang sedang mendewakan uang, sekaligus tidak perlu mengotori batin dengan penghakiman-penghakiman berlebihan. Hanya saja ada sebuah pesan yang layak direnungkan bagi para sahabat yang masih beragama pasar: bila ingat kaya, jangan pernah lupa menjadi bahagia.

Memeluk mesra istri, melayani suami, tersenyum kepada si kecil di rumah, menyapa tetangga, banyak memberi, menghormati hak-hak karyawan, menjaga kepercayaan yang diberikan orang, beribadah secara teratur di tempat ibadah masing-masing adalah sebagian lahan-lahan kebahagiaan. Ketika kekayaan materi pas-pasan (secukupnya), banyak manusia bertumbuh di lahan-lahan kebahagiaan seperti ini. Dan tidak ada wajah kehidupan yang lain kecuali indah, indah, dan indah.

Meskipun begitu, kekayaan materi berlimpah, atau begitu keinginan kaya demikian mendikte, berlakulah rumus kebanyakan manusia modern: ingat kaya, lupa bahagia. Dalam makan sebagai contoh, bukan manusia memakan makanan, makananlah yang memakan manusia.

Semua tahu bahwa makan daging berlebihan berbahaya, namun begitu berhadapan dengan makanan menawan, logika kalah dengan keinginan. Semua tahu bahwa apa saja yang keluar dari badan manusia (dari ludah sampai darah) menjijikkan, namun begitu nafsu seksual menggoda, bahkan ludah orang pun ditelan dengan lahap.

Di tingkat seperti inilah, kekayaan dan keinginan kaya berhenti menjadi kawan, ia berubah menjadi lawan yang menakutkan. Penyakit, perceraian, permusuhan, stres, salah-salah bunuh diri bisa menjadi menu kehidupan kemudian. Semakin banyak kekayaan yang ditumpuk, semakin menakutkan wajah kehidupan.

Di sinilah lahir pentingnya mendidik diri untuk hidup secara berkecukupan. Dalam bahasa Dalai Lama contentment is the greatest wealth. Perasaan berkecukupan itulah kekayaan teragung. Sulit membayangkan kekayaan materi bisa menjadi pupuk penyubur kehidupan tanpa kehadiran perasaan berkecukupan.

Lebih dari menjadi penyubur kehidupan, perasaan berkecukupan adalah kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaan yang lebih dalam. Karena kebahagiaan jenis ini bertumpu pada sesuatu yang sudah tersedia secara berlimpah di dalam diri manusia. Bagi siapa saja yang telah sampai di sini, matanya, telinganya, pikirannya, perasaannya hanya menemukan kebahagiaan dan kebahagiaan.

Keheningan yang membebaskan

Kebahagiaan jenis ini juga kemudian membimbing manusia untuk menemukan lapisan-lapisan diri yang lebih dalam. Meminjam bahasa puitik Jalaludin Rumi, hidup seperti mengupas bawang merah. Di luar ia tampak kecoklatan, kotor, dan bau. Ketika dibuka, ia berwarna semakin putih. Semakin dibuka semakin putih. Dan tatkala semuanya terbuka, tidak ada apa-apa yang tersisa terkecuali air mata yang meleleh....

Sungguh sebuah tumpukan renungan yang amat mengagumkan. Dan Rumi bisa sampai di sini tidak saja dihantar oleh perasaan berkecukupan, namun juga oleh kebersihan dan kesucian batin yang mengagumkan.

Ini sebabnya kenapa segelintir manusia yang sudah melewati kekayaan, berbahagia dengan berkecukupan, kemudian memasuki pintu-pintu keheningan. Berbeda dengan orang-orang kebanyakan yang masih ”mencari”, orang-orang jenis ini sudah berhenti mencari. 0sho agak provokatif dalam hal ini: Stop searching, you have already arrived. Welcome home. Begitu berhenti mencari, manusia langsung sampai. Selamat datang di rumah.

Ajakan untuk kembali ke rumah keheningan inilah yang sedang dilakukan oleh dr Bumbunan Sitorus dalam buku Be Still: Loving Silence, Living Silence. Buku ini kaya akan kutipan-kutipan pendapat tokoh yang sudah pulang ke rumah keheningan dan berhenti mencari. Dari ucapan Yesus Kristus yang terkenal ”be still and know that l am God”, gagasan Krishnamurti yang segar menggetarkan, sampai dengan 0sho yang selalu mengundang kontroversi namun akhirnya mencerahkan.

Sungguh buku ini menjadi sebuah ajakan yang layak untuk direnungkan. Terutama bagi mereka yang sudah menyadari dalam-dalam: ada keterbatasan (bahkan ada sesuatu yang berbahaya) dalam kekayaan materi, ada guncangan naik turun dalam kebahagiaan. Kekayaan, sebagaimana diulas sebelumnya, mudah sekali menggelincirkan manusia ke dalam penderitaan. Kebahagiaan adalah sebagian sisi bandul yang terus bergerak. Habis bahagia sedih, habis sedih bahagia. Dan lelahlah kehidupan karena tidak pernah berhenti bergerak naik-turun.

Dan keheningan, ia hanya menjadi saksi dari apa saja yang terjadi. Ada yang menyebutnya choiceless awareness. Kesadaran yang tidak memilih. Kebahagiaan datang sadari, kesedihan berkunjung juga sadari. Ada yang menyebutnya compassionate witness. Menjadi saksi yang penuh kasih. Seperti ibu yang penyayang, begitulah sang saksi menyaksikan semuanya. Kesuksesan datang disayangi. Kegagalan bertamu juga disayangi.

Thich Nhat Hanh menyebutnya perfect mindfulness. Apa saja dilakukan dengan kesadaran sempurna. Dari mencuci piring, menerima telepon, membuka jeruk keprok, sampai dengan meditasi. Siapa saja yang melakukan semuanya dengan kesadaran sempurna, akan menemukan tidak ada hal positif (sukses, kaya, terkenal) yang membuat kita dilanda ketakutan kehilangan, tidak ada hal negatif (sebutan gagal, miskin) yang membuat manusia merasa minder dan sedih berlebihan. Sejumlah sahabat menyebut ini the part of life that never born and never die. Bagian kehidupan yang tidak pernah lahir dan tidak pernah mati. Apa yang ditakuti manusia kebanyakan sebagai kematian, serupa air laut yang berubah jadi awan, awan yang berubah jadi hujan, dan hujan yang kembali ke laut.

Inilah keheningan yang membebaskan. Buddha Gautama pernah ditanya kenapa murid-muridnya terlihat demikian tenang dan damai, dengan jernih ia menjawab: ”mereka semua tidak lagi menakuti setan masa depan, tidak lagi dihantui hantu masa lalu”. Menjalani hari ini secara penuh kesadaran, itu sudah lebih dari cukup.

Dalam keseharian yang penuh kesadaran, bahkan duduk di toilet pun bisa menjadi sebuah kegiatan yang penuh kedamaian dan kesucian, tidak kalah damainya sekaligus sucinya dengan melafalkan doa di tempat ibadah. Perhatikan pesan seorang guru zen: ”Jika ada yang dikerjakan, itu baik. Bila tidak ada yang dikerjakan, itu juga baik”. Bila semuanya terlihat dan terasa baik, itu tandanya seseorang sudah memasuki rumah keheningan. Pemahaman sekaligus pengalaman mendalam akan kebenaran yang melampaui dualitas inilah yang membebaskan manusia dari keraguan, kekhawatiran, ketakutan, dan bahkan penderitaan.

Sayangnya keheningan yang membebaskan ini hanya mungkin menjadi milik mereka yang berjalan jauh di jalan latihan (baca: kesadaran dan kewaspadaan). Tulisan pendek ini, hanya jari yang menunjuk bulan. Seterang-terangnya jari, tetap ia hanya jari. Hanya berangkat dan berjalan di jalan latihanlah yang membuat manusia kembali pulang ke rumah yang sesungguhnya: rumah keheningan. Di rumah keheningan, bahkan kematian pun bisa disambut dengan senyuman yang menawan.


Comment : Inspiratif, menuju pemahaman makna hidup

Dikutip dari :
Kompas.com Minggu, 27 April 2008 | 01:04 WIB
Oleh GEDE PRAMA
Bekerja di Jakarta, Tinggal di Daerah Perbukitan Desa Tajun, Bali Utara

Wednesday, April 16, 2008

Ilmu : Menghitung Kebutuhan Uang Pensiun

Jumat, 04/04/2008 12:19 WIB
Menghitung kebutuhan uang pensiun
oleh : Budi Frensidy

Hasil survei sebuah grup besar perusahaan asuransi yang dikutip sebuah harian nasional beberapa waktu lalu cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan saya. Dalam artikel itu dikatakan bahwa 21% pekerja di Tanah Air mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan untuk persiapan pensiun.
Persentase itu di bawah orang Malaysia (57%), orang India (53%), dan orang Filipina (48%). Hasil survei ini juga mengatakan bahwa rata-rata pekerja Indonesia menabung Rp598.000 per bulan untuk persiapan pensiun. Sayangnya, tidak disebutkan dalam instrumen keuangan apa saja uang itu disimpan.
Jika Anda tidak termasuk 21% di atas atau ingin tahu apakah Rp598.000 per bulan cukup untuk kasus Anda, berikut tip dari saya untuk membantu Anda menghitung kebutuhan uang pensiun ini.
Tergantung asumsi
Berapa besar dana yang Anda perlukan pada masa pensiun bergantung pada beberapa faktor seperti pengeluaran hidup sebelum pensiun, inflasi, dan rata-rata return investasi yang dapat diperoleh. Untuk menghitung berapa besar dana yang harus dikumpulkan secara periodik untuk memenuhinya bergantung pada usia mulai, usia pensiun yang diinginkan, dan dana yang sudah dimiliki.
Saya sengaja menggunakan kata mengumpulkan dan bukan menabung karena penempatan dana tidak selalu harus dalam tabungan dan asuransi. Dana yang terkumpul dapat saja ditaruh dalam ORI, saham, obligasi dolar, dan macam-macam reksa dana.
Untuk konkretnya, misalkan Anda saat ini berusia 40 tahun dengan pengeluaran bulanan Rp5 juta dan berencana untuk pensiun pada usia 60 tahun. Asumsikan inflasi tahunan rata-rata selama 20 tahun ke depan adalah 6% dan dapat diperoleh return sebesar 12% p.a. untuk dana Anda. Return sebesar ini tentu saja tidak Anda peroleh jika hanya mengandalkan produk bank dan asuransi.
Pertama, kita harus menghitung pengeluaran bulanan sebesar Rp5 juta akan menjadi berapa 20 tahun lagi. Dengan inflasi tahunan 6%, angka itu menjadi Rp16 juta ([1,06^20] x Rp5 juta) saat usia Anda 60 tahun.
Pengeluaran bulanan saat pensiun tentunya lebih rendah, katakan sekitar 70%-nya, daripada pengeluaran saat masih aktif bekerja karena Anda tidak perlu lagi membiayai pendidikan anak dan pengeluaran transportasi ke kantor setiap hari. Sebagian dari pengurangan biaya ini akan Anda perlukan untuk biaya pemeliharaan kesehatan seperti untuk check-up kesehatan rutin dan obat-obatan.
Dengan demikian, Anda memerlukan uang sebesar Rp11,2 juta per bulan (70% x Rp16 juta) saat pensiun nanti. Jika dapat diperoleh return 12% p.a. atau 1% per bulan untuk dana Anda, total uang pensiun yang dibutuhkan saat itu adalah Rp1,12 miliar (Rp11,2 juta/1%). Kebutuhan uang pensiun menjadi lebih besar jika Anda menginginkan uang pensiun bulanan ini juga naik sesuai dengan inflasi yaitu 6% p.a. atau 0,5% per bulan. Dalam kasus ini, uang pensiun yang dibutuhkan menjadi Rp2,24 miliar (Rp11,2 juta/[1% - 0,5%]).
Jika saat ini Anda tidak mempunyai aset likuid dan juga terbebas dari utang alias mulai dari nol, dana yang harus Anda siapkan setiap bulan adalah Rp1,13 juta. Bagaimana kita memperoleh angka itu sangat mudah jika kita menggunakan kalkulator finansial atau excel. Rumus umum excel untuk tujuan ini adalah '=pmt(rate,nper,pv,fv,type)'. Cukup mengetikkan '=pmt(1%,240,0,1.120.000.000)' dan enter, kita akan mendapatkan Rp1,13 juta. Dengan kalkulator finansial, kita perlu menginput N = 240, FV = Rp1.120.000.000, dan 1/Y = 1% untuk mendapatkan hasil yang sama.
Jika saat ini Anda memulainya dengan dana Rp50 juta, dana yang perlu disiapkan berkurang menjadi hanya Rp581.622 per bulan. Dengan kalkulator finansial, cukup menginput variabel yang sama seperti sebelumnya ditambah PV = -Rp50 juta untuk mendapatkan Rp581.622. Dengan excel, ketikkan '=pmt(1%,240,-50.000.000,1.120.000.000).'
Angka-angka di atas tentu saja akan berubah jika pengeluaran bulanan Anda tidak sebesar Rp5 juta per bulan atau inflasi tahunan rata-rata ternyata meleset dari 6% atau periode pensiun yang Anda rencanakan bukan 20 tahun lagi atau return investasi bukan sebesar 12% p.a. seperti yang ditargetkan. Namun, dengan excel atau kalkulator finansial, semuanya menjadi begitu mudah dan selesai dalam hitungan menit atau bahkan detik.
Jika dihabiskan
Dengan mengambil Rp11,2 juta setiap bulan sebagai hasil investasi dari dana Anda, uang pensiun Rp1,12 miliar yang sudah Anda kumpulkan tidak akan pernah habis. Kebutuhan uang pensiun akan menjadi lebih sedikit jika Anda ingin menghabiskannya, katakan dalam 15 tahun. Maksudnya adalah jika Anda merasa tidak perlu untuk mewariskan kepada keluarga yang ditinggalkan uang sebesar Rp1,12 miliar dan usia Anda realistisnya juga tidak akan melebihi, mohon maaf, 75 tahun.
ika demikian, kita perlu menghitung nilai sekarang dari aliran kas sebesar Rp11,2 juta setiap bulan selama 15 tahun. Dengan excel atau kalkulator finansial, kita akan mendapatkan bahwa kebutuhan uang pensiun menjadi Rp933,2 juta dan dana bulanan yang perlu disiapkan untuk mencapai angka ini dalam 20 tahun adalah Rp943.336 jika memulainya dari nol dan sebesar Rp392.792 jika memulainya dengan dana Rp50 juta.
Sekarang jelaslah bahwa kunci untuk dapat menghitung kebutuhan uang pensiun adalah matematika keuangan dan pencarian produk investasi yang mampu memberikan return sesuai dengan yang diharapkan.
Jika Anda mampu melakukan keduanya, silahkan lakukan sendiri persiapan pensiun Anda. Jika Anda tidak yakin dengan kemampuan sendiri soal hitung-hitungan ini, jangan ragu untuk menggunakan jasa perencana keuangan yang Anda percayai. Tidak seperti agen asuransi dan pegawai bank yang akan mengarahkan Anda untuk membeli produknya (mementingkan perusahaannya), perencana keuangan bersikap netral dalam memberikan alternatif solusi untuk kepentingan Anda.
bisnis.com

URL : http://web.bisnis.com/kolom/2id1057.html

Wednesday, April 02, 2008

Inspirasi : "Mengelola Energi dalam diri"

Dari hari ke hari, organisasi terus dituntut untuk semakin perform. Akibatnya, para karyawan pun tak henti-henti mencoba untuk meningkatkan kinerjanya. Tak jarang, hal itu menimbulkan kelelahan, bosan dan sakit. Panjangnya jam kerja di kantor tidak banyak membantu karena waktu merupakan sumber daya yang terbatas. Tapi, energi setiap orang merupakan sumber daya yang senantiasa bisa diperbaharui. Oleh karenanya, jika ingin sukses di era yang kompetitif saat ini, organisasi perlu mendorong karyawan untuk memperhatikan management energi mereka. Manajemen waktu sudah tidak relevan lagi.

Kolumnis dari Harvard Business Review, Tony Schwartz dan Catherine McCarthy mengatakan, ada 4 dimensi besar dari energi kita yang perlu diupayakan pembaharuannya terus-menerus. Yakni, Fisik, Emosional, Mental dan Spiritual. Lebih jauh, keduanya merekomendasikan sejumlah latihan untuk menyegarkan masing-masing energi tersebut.

Energi Fisik:

-- Tidur lebih awal dan kurangi, atau kalau perlu hindari, konsumsi alkohol.

-- Hindari stres dengan rajin berolah raga.

-- Makanlah makanan ringan setiap 3 jam sekali.

-- Antisipasi tanda-tanda penurunan energi seperti kecapekan, lapar dan sulit konsentrasi.

-- Sering-seringlah istirahat sebentar, tinggalkan meja kerja setiap 90 hingga 120 menit.

Energi Emosional:

-- Hindari perasaan-perasaan negatif seperti mudah tersinggung, tidak sabaran, kesepian --dengan selalu menarik nafas dalam-dalam.

-- Sebaliknya: timbulkan perasaan-perasaan positif dalam diri Anda dan orang lain dengan menunjukkan sikap-sikap yang apresiatif, obrolan ringan, saling berkirim email humor atau artikel menarik lainnya.

Energi Mental:

-- Kurangi berbagai interupsi dengan berkonsentrasi- tinggi pada pekerjaan-pekerjaan , dan menjauhkan diri dari telepon dan email.

-- Merespon email maupun voice mail pada waktu-waktu tertentu yang sudah didesain.

-- Setiap malam, tentukan tugas paling mendesak yang harus diselesaikan esok hari. Prioritaskan hal itu ketika tiba di kantor pada pagi hari.

Energi Spriritual:

-- Temukan "sweet spot" dari aktivitas-aktivitas Anda --yakni hal-hal yang membuat Anda merasa efektif, bersemangat dan tertantang.

-- Alokasikan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang Anda anggap paling penting. Misalkan, buatlah diri Anda rileks pada 20 menit terakhir sebelum pulang, sehingga begitu sampai di rumah, Anda langsung bisa "nyambung" dengan keluarga.

-- Kenali keunggulan maupun kelemahan yang Anda miliki. Misalnya Anda merasa sulit tepat waktu, maka usahakan bersiap diri jauh-jauh sebelum jadwal meeting.

Bagaimana Perusahaan Membantu?

Untuk mendorong dan membantu karyawan mewujudkan usaha menyegarkan energi mereka, pihak perusahaan bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

-- Sediakan ruangan khusus yang bisa digunakan oleh karyawan untuk bersantai.

-- Mensubsidi keanggotaan klab senam atau fitness bagi karyawan.

-- Mendorong para manajer untuk mengizinkan karyawan memiliki "midday workouts".

-- Menyarankan setiap orang untuk berhenti mengecek email selama meeting berlangsung.


Diambil dari Portalhr.com, link:
http://www.portalhr .com/tips/ 2id148.html